Langsung ke konten utama
SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Resmi Terima Pendampingan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial
Sragen, 5 Agustus 2026 — Langkah strategis menuju transformasi pendidikan kembali dibuktikan oleh SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen. Pada hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026, sekolah tersebut resmi menerima pendampingan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) — sebuah program prioritas nasional yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dibimbing Langsung oleh Pakar dari BBGTK Jawa Tengah
Kegiatan pendampingan ini dipimpin oleh Bapak Joko Sambodo, M.Pd., Pengajar Pelatihan dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah. Dalam sesinya, beliau memaparkan secara mendalam konsep dan desain Sekolah Model, mulai dari kriteria keunggulan yang harus dicapai, peran strategis pendidik, hingga indikator keberhasilan implementasi PM dan KKA di satuan pendidikan.
Pendampingan ini turut dihadiri oleh Ibu Dr. Linda Nurmasari, M.Pd., Pengawas sekaligus Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sragen. Beliau menegaskan pentingnya kesiapan administratif dan teknis dalam pelaksanaan sekolah model.
"Persiapan yang matang adalah kunci. Mulai dari penyusunan Rencana Kerja, lesson plan yang terintegrasi PM dan KKA, hingga kesiapan pengimbasan ke gugus-gugus sekolah dan seluruh satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Sragen — semua harus terencana dengan baik," papar Dr. Linda di hadapan peserta.
11 Guru Perwakilan Siap Menjadi Motor Perubahan
Kegiatan pendampingan dihadiri oleh 11 guru perwakilan SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen. Mereka adalah ujung tombak yang diharapkan mampu mengimplementasikan serta mengimbaskan praktik baik pembelajaran mendalam dan kecerdasan artifisial ke seluruh ekosistem pembelajaran di sekolah maupun di lingkungan gugus sekitar.
Pola pendampingan yang akan dijalankan mengacu pada Panduan Pelaksanaan Pembinaan Sekolah Model dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, yang mencakup 6 topik strategis dengan masing-masing 4 Jam Pelajaran (JP) per pertemuan, dilaksanakan minimal 6 kali dalam satu semester.
Kepala Sekolah: Semoga Berdampak Nyata bagi Ekosistem Pendidikan
Kepala SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, Paryanto, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tulus atas terlaksananya program pendampingan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih atas persiapan pendampingan yang akan berlangsung selama 6 bulan ke depan. Semoga pelaksanaan Sekolah Model ini bisa berjalan dengan baik dan benar-benar berdampak — bagi guru, bagi murid, dan bagi ekosistem pendidikan di sekitar kami," ujar Paryanto dengan penuh harap.
Tonggak Baru Pendidikan Berkualitas di Sragen
Keikutsertaan SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen sebagai Sekolah Model merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab besar. Sekolah ini tidak sekadar dituntut untuk unggul secara internal, tetapi juga diharapkan menjadi pusat diseminasi dan pengimbasan praktik baik bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Sragen dan sekitarnya.
Dengan dukungan penuh dari BBGTK Jawa Tengah, pengawasan yang berkelanjutan dari Koordinator Wilayah, serta komitmen kuat dari seluruh warga sekolah, program Sekolah Model ini menjadi babak baru yang menjanjikan dalam perjalanan panjang SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menuju pendidikan yang mendalam, inovatif, dan berkarakter.
Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen — Bergerak Bersama, Berdampak Nyata.
Laporan: Tim Humas SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen | Rabu, 5 Agustus 2026
Komentar
Posting Komentar