SRAGEN – Inovasi pendidikan di Bumi Sukowati kembali mencetak prestasi gemilang. SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen secara resmi ditetapkan sebagai salah satu satuan pendidikan pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Penunjukan prestisius ini didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026. Keputusan yang tertanggal 12 Maret 2026 tersebut menempatkan sekolah ini sebagai garda terdepan dalam transformasi kurikulum berbasis teknologi masa depan di tingkat nasional.
Kesempatan Emas Tingkatkan Kualitas
Kepala SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, Paryanto, S.T., M.Pd, menyambut antusias amanah besar tersebut. Menurutnya, status sekolah model ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan standar dan kualitas pendidikan di lembaga yang ia pimpin secara signifikan.
"Ini merupakan salah satu kesempatan luar biasa bagi kami untuk memajukan sekolah melalui pembelajaran yang benar-benar berkualitas. Fokus utama kami adalah memastikan dukungan penuh dari orang tua dan komite sekolah, karena sinergi tersebut menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program PM dan KKA ini," tegas Paryanto saat memberikan keterangan resmi.
Lebih lanjut, Paryanto menjelaskan bahwa kurikulum yang akan dijalankan tetap berakar pada identitas sekolah. Ia menekankan bahwa integrasi teknologi tidak akan mengesampingkan nilai-nilai religius. Strategi yang dibangun adalah memadukan penanaman akhlak mulia sesuai Al-Qur'an agar tetap selaras dengan perkembangan zaman yang memanfaatkan teknologi mutakhir.
Kesiapan Kurikulum dan SDM
Di sisi manajerial, Koordinator Akademik SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, Yunus Irfan Nugroho, S.Pd, memastikan bahwa kerangka akademik untuk program sekolah model tersebut telah rampung disiapkan. Penyesuaian jadwal dan metode pembelajaran dilakukan agar siswa dapat menyerap kompetensi koding dan AI tanpa membebani capaian akademis lainnya.
Langkah teknis juga diperkuat oleh Errizal, S.Pd, selaku guru yang membidangi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Errizal mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah fokus pada penyiapan sumber daya pengajar yang kompeten di bidang KKA. Ia menjelaskan bahwa kurikulum TIK yang disusun sudah diselaraskan dengan standar nasional yang ditetapkan kementerian.
Errizal menambahkan bahwa proses implementasi dimulai dengan tahap pengimbasan kepada rekan sejawat. Ia melakukan pendampingan intensif bagi guru-guru yang memiliki minat khusus dalam mengajar TIK agar distribusi pengetahuan teknologi merata di seluruh lini pengajar.
Dengan penetapan ini, SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen diharapkan menjadi mercusuar bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sragen dalam mencetak generasi unggul yang fasih teknologi (digital native) namun tetap memiliki karakter spiritual yang kokoh. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah Muhammadiyah siap menjawab tantangan global di era kecerdasan buatan.
Komentar
Posting Komentar